Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juli 2009

Blues, Seni Musik Warisan Tradisi Islam

Blues dikenal sebagai sebuah aliran musik vokal dan instrumental yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Musik yang mulai berkembang pesat pada abad ke-19 M itu muncul dari musik-musik spiritual dan pujian yang biasa dilantunkan komunitas kulit hitam asal Afrika di AS. Musik yang menerapkan blue note dan pola call and response itu diyakini publik AS dipopulerkan oleh 'Bapak Blues'--WC Handy (1873-1958).
Percayakah Anda bahwa musik Blues berakar dari tradisi kaum Muslim? Awalnya, publik di negeri Paman Sam pun tak meyakininya. Namun, seorang penulis dan ilmuwan serta peneliti pada Schomburg Center for Research in Black Culture di New York, Sylviane Diouf, berhasil meyakinkan publik bahwa Blues memiliki relasi dengan tradisi masyarakat Muslim di Afrika Barat.
Untuk membuktikan keterkaitan antara musik Blues Amerika dengan tradisi kaum Muslim, Diouf memutar dua rekaman. Yang pertama diperdengarkannya kepada publik yang hadir di sebuah ruangan Universitas Harvard itu adalah lantunan adzan--panggilan bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah shalat. Setelah itu, Diouf memutar Levee Camp Holler.

Selasa, 20 Januari 2009

Pidato Pelantikan Obama Tidak Singgung Konflik Gaza, Tapi Ingin Rangkul Islam


Foto: Reuters
Washington - Barack Hussein Obama telah resmi menjadi Presiden AS. Pria keturunan seorang muslim Kenya tersebut membangkitkan harapan banyak pihak, tak hanya di AS namun juga di seluruh dunia akan perubahan pola arah kebijakan diplomasi luar negeri AS. Terlebih, Obama dalam berbagai kesempatan selalu menawarkan perubahan.

Dalam pidato pengukuhan dirinya sebagai presiden AS ke-44 misalnya, Obama menegaskan bahwa dunia saat ini telah berubah dan Amerika perlu merangkul negara-negara lain di dunia sebagai kawan.

Secara khusus, Obama menyinggung mengenai relasi AS dengan dunia Islam yang selama pemerintahan pendahulu Obama, George W. Bush, kerap berseberangan.